Hutanku Berubah Jadi Ladang Sayuran

IMG-20190302-WA0028

JarakNew,Tanggamus –

Keadaan hutan register 30 gunung tanggamus masih saja kritis masih banyak masyarakat yang menggarap dan menanami palawija,dari hasil survey kami di lapangan masih kurang nya perhatian khusus intansi terkait untuk mengembalikan hutan yang lestari
hutan gunung tanggamus yang memiliki luas 150,060 hektare (Ha) memerlukan penanganan serius.

Menurut Arpan,ketua Koalisi Ormas Peduli Lingkungan dan Hutan (KOLIGAN TANGGAMUS) memang intasi terkait seperti Kesatuan pengolah hutan (kph kota agung utara) sering mengadakan penanaman di wilaya register 30 gunung tanggamus tpi hanya menanam tampa ada perawatan dan edukasi dengan para pengarap di register 30″ ya kalau hanya menanam anak kecil pun bisa, artinya penanaman harus di barengin dengan perawat dan edukasi jangan hanya menciptakan program setelah itu tidak ada tindak lanjut nya”tegasnya.

Jika pemerintah membiarkan seperti ini terus tidak menutup kemungkinan hutan akan semakin rusak serta generasi yang akan datang tidak bisa lagi menikmati keindahan alam hutan gunung tanggamus dan bencana akan selalu menghantui kita”imbuhnya.

Nizal Anggota Koligan, menambahkan,Register 30 Gunung Tanggamus adalah hutan penyangga dan zona inti untuk beberapa desa diantara desa sidokaton,desa gisting bawah,desa dadapan,desa gisting atas,desa gisting permai,dan desa campang
oleh sebab itu kami mohon dengan pemerintah untuk mempertegas dan memperhatikan kelestarian alam dan hutan dikarnakan hutan sangat penting fungsinya untuk kehidupan dan sistematik alam ini”katanya.

Dari hasil monitoring kita dilapangan hutan register 30 telah mengalami kerusakan yang sangat parah dan kritis
arti nya pemerintah harus serius untuk mengatasi masalah ini,sebab seperti dapat kita liat secara kasat mata lereng gunung hutan register 30 sudah berubah menjadi ladang sayuran”ungkapnya
kami tegaskan bahwa kerusakan hutan gunung tanggamus tidak hanya bedampak pada ekosistem yang berada di dalam hutan saja,tetapi sumber mata air dan cuaca secara global serta bencana banjir dan longsor mengintai”,terang nya.(*/Red).

Related posts

Leave a Comment