Napi Lapas Kotaagung Ikuti Sosialisasi Pemilu 2019

IMG-20190410-WA0078

Jaraknews,Tanggamus–
Masyarakat Pers dan Pemantau Pemilu (Mappilu) PWI Tanggamus bekerjasama dengan KPU, Bawaslu dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Agung, melaksanakan Sosialisasi Pemilu bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), di Lapas Kelas II B Kota Agung, Rabu (10/4).

Kegiatan ini dihadiri, Kepala Lapas Kelas II B Kota Agung Sohibur Rachman, Komandan Kodim 0424 Tanggamus Letkol Arh. Anang Hasto Utomo, Kadiskominfo Sabaruddin mewakili Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, Kasubbag Humas Polres Tanggamus Iptu. Ruzan, Komisioner KPU Tanggamus Zulwani, Komisioner Bawaslu Tanggamus Ali Usman dan Ali Ngafan.

Kalapas Sohibur Rachman mengatakan, bahwa kegiatan sosialisasi ini diikuti 100 warga binaan. Harapannya dari sosialisasi ini warga binaan bisa mengetahui dan memahami mengenai tata cara pencoblosan yang baik dan benar.

“Pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 ini adalah event nasional, mari kita sukseskan demi terwujudnya pemilu yang aman, sejuk dan damai. Warga binaan yang ikut dalam sosialisasi adalah perwakilan dari masing-masing kamar. Dengan mengikuti sosialisasi ini, harapannya dapat memberikan edukasi bagi rekan satu kamarnya,“ kata Sohibur.

Pembina Mappilu PWI Tanggamus, Taufik Assalam menambahkan bahwa, Mappilu yang terbentuk 24 Februari 2019 merupakan mitra dari KPU dan Bawaslu yang tujuannya mendorong Pemilu agar berlangsung aman damai dan sejuk.

”Untuk menangkal hoaks, kami terus mensosialisasikan apa yang menjadi ketentuan dan peraturan, agar masyarakat tidak mudah tertipu. Mappilu Kabupaten Tanggamus terus bergerak mengawal pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk,” kata Taufik.

Kegiatan sosialisasi Pemilu di Lapas Kota Agung ini juga mendapat apresiasi dari Komandan Kodim 0424 Tanggamus Letkol Arh. Anang Hasto Utomo. Menurut Dandim, kegiatan sosialisasi pemilu bagi warga binaan sangat positif. “Acara ini sangat bagus sekali, mereka warga binaan juga memiliki hak untuk menyalurkan hak pilih sehingga perlu dibimbing,” katanya.

Senada diungkapkan Kadiskominfo Sabaruddin. Menurutnya warga binaan juga punya hak menyalurkan suaranya dalam Pemilu 17 April mendatang. “Kegiatan sosialisasi ini sangat bagus, kami ucapkan terimakasih kepada Kalapas, Mappilu, KPU dan Bawaslu yang sudah memberikan edukasi bagi warga binaan. Harapannya pemilu berlangsung kondusif, nyaman dan sejuk,” pungkas Sabaruddin.

Sementara Komisioner KPU Zulwani dalam materi sosialiasi memberikan penjelasan mengenai jenis suara dan tata cara mencoblos bagi warga binaan. “Ada lima kertas suara, yang ada gambarnya hanya pemilihan Presiden dan DPD, kalau DPR RI, DPRD Provinsi dan kabupaten itu tidak ada gambar hanya logo partai, nama dan nomor urut caleg,” terang Zulwani.

Masih kata Zulwani, bahwa tata cara memilih yang benar adalah dengan cara dicoblos dengan alat coblos yang sudah disediakan dibilik suara. “Coblos dengan alat coblos, jangan pakai rokok, itu tidak sah, lalu jangan dicoret kertas suaranya itu juga sebabkan suara tidak sah. Setelah mencoblos lipat kembali, kalau tidak bisa minta bantuan petugas KPPS dan masukkan ke kotak suara,” tambah Zulwani. (*)

Related posts

Leave a Comment