TPS 2 Pekon Kuripan Kecamatan Limau Tanggamus, Terindikasi Dugaan Kecurangan Pemilu 2019.

IMG_20190422_160127

Jaraknews Tanggamus_
Kantor Bawaslu Kecamatan di datangi beberapa orang untuk melaporkan

sehubungan dengan adanya dugaan praktik kecurangan Pemilu dikecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Sabtu/20/4/2019.

Dilayangkanya laporan tersebut berdasarkan kesaksian dari salah satu Saksi Partai, bahwa di TPS 02, Pekon Kuripan, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus terjadi pengelembungan suara. Pengelembungan suara tersebut dilakukan oleh KPPS dengan cara mencoblos Surat Suara yang tidak terpakai (surat suara sisa), dan perbuatan ini di duga telah berkoordinasi dengan salah satu Calon Legislatif Daerah Pemilihan Vl (Dapil Vl).

Saksi Salah Satu Partai di TPS 2 Taufiq mengatakan,
“Menurut saya ini adalah salah satu bentuk kecurangan dalam Pemilu Tahun 2019 ini, disini saya sangat jelas menyaksikan adanya praktik kecurangan itu di lakukan di TPS 02 di tempat saya menjalankan Tugas sebagai Saksi Partai”, ungkapnya.

“Praktik kecurangan ini di lakukan langsung oleh Petugas KPPS Kecamatan Limau, saat itu saya hanya bisa diam dan bingung melihat Petugas KPPS mencoblos Surat Suara sisa yang seharusnya tidak boleh dilakukan dalam Demokrasi ini,” tambahnya.

Di lain pihak Dale Karnigi selaku Pelapor membenarkan bahwa dirinya dan rekan-rekan telah melaporkan Petugas KPPS ke Bawaslu Kecamatan Limau,  Kabupaten Tanggamus yang telah melakukan kecurangan tersebut.

“Benar Saya telah melaporkan Petugas KPPS ke Bawaslu Kecamatan Limau, terkait dugaan kecurangan yang di lihat langsung oleh saudara Taufiq saat itu, dan laporan kami di tangani langsung oleh saudara Ridiansah Anggota Bawaslu Kecamatan Limau”, ungkap Dale.

Dugaan tersebut diperkuat setelah Tim menginvestigasi langsung ke masyarakat dan di temukan sebanyak 13 mata pilih yang tidak memungkinkan untuk mencoblos saat itu, sebab dari 13 mata pilih ini yang 10 berada di Luar Negeri sedang bekerja dan yang 3 mata pilih ini sudah meninggal Dunia, belum juga orang yang bekerja di luar Daerah.

“Artinya disini jelas adanya indikasi dugaan penggunaan hak pemilih yang tidak ada di tempat, maka dari itu kami mendesak kepada Bawaslu untuk segera menindaklanjuti laporan kami ini”, tambah Dale.

“Maka disini kami sangat berharap kepada rekan-rekan Bawaslu untuk kerjasamanya agar segera menindak tegas terutama Ketua KPPS yang diduga telah mencoreng Demokrasi ini, karna disini kita menemukan bukan hanya di TPS 02 saja namun sementara ini kita menemukan sebanyak 5 TPS di Kecamatan Limau, yang juga melakukan hal yang sama”, terang Dale. (**).

Related posts

Leave a Comment