Kegiatan Penguatan Kapasitas Pendamping dan Pengendalian Bansos Pangan Wilayah I, Lampung Tuan Rumah

IMG-20190516-WA0034

Jaraknews, Bandar Lampung –

Provinsi Lampung menjadi tuan rumah kegiatan “Penguatan Kapasitas Pendamping dan Pengendalian Bansos Pangan” tahun 2019. Acara berlangsung pada 15-18 Mei 2019 di Novotel Hotel, Bandar Lampung. Acara ini diadakan oleh Direktorat Jenderal Penaganan Fakir Miskin Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah I, Kementerian Sosial RI.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni pada sambutan selamat datang saat pembukaan acara menyampaikan rasa terima kasihnya atas dipilihnya Lampung sebagai tuan rumah.

IMG-20190516-WA0035

“Kami menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Kemensos dan mewakili tuan rumah saya menyampaikan selamat datang dan salam hangat dari Pak Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo,” kata Kadisos Lampung, Kamis, 16 Mei 2019.

Sumarju pada kesempatan ini menyempatkan memperkenalkan destinasi wisata unggulan di Lampung yang telah menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Kami (Lampung) telah memiliki bandara internasional yang juga kebetulan telah melakukan penerbangan perdananya ke Malaysia beberapa waktu lalu,” kata mantan Kadis Kominfo Provinsi Lampung ini.

Tidak hanya itu saja, Sumarju juga memanfaatkan kesempatan tersebut memaparkan program-program dari Kemensos yang telah dikembangkan secara baik di Lampung.

“Salah satu yang berbeda di Lampung adalah e-warongnya, dimana telah menggunakan aplikasi e-kasir dan e-barkode. Dan ini sudah menjadi percontohan di sejumlah provinsi di Indonesia. Sebagian juga telah menggunakan sistem penjulan konsinyasi, ” katanya.

Dibeberkan Sumarju, program-program yang digelontorkan oleh Kemensos terbukti mampu mengurangi angka kemiskinan dan sekaligus angka kejahatan di Lampung.

“Lampung yang terkenal dengan begalnya, perlahan tidak lagi, karena salah satunya program Kemensos yang digelontorkan seperi KUBE (Kelompok Usaha Bersama) sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial, Andi ZA Dulung mengatakan bahwa penanganan fakir miskin memerlukan kebersamaan persepsi dan kesamaan gerak langkah semua pihak.

“Karena penanganan fakir miskin bukan saja menjadi tugas Kementerian Sosial semata, tetapi merupakan tugas semua pihak. Pemerintah dan masyarakat bahu membahu bekerja bersama untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan ini, Andi ZA mengakui peran serta Pendamping Bansos Pangan yang merupakan ujung tombak keberhasilan penanganan fakir miskin di garis terdepan. “karena langsung berhubungan dengan masyarakat,” jelasnya.

“Semoga kegiatan ini merupakan langkah sangat tepat dan strategis dalam upaya mempercepat pemahamam dalam rangka penangaman kemiskinan di republik ini, khususnya di daerah,” pungkasnya.

Direktur Penanganan Fakis Miskin Wilayah I Kementerian Sosial, Asnandar mengatakan 210 peserta dari Provinai Lampung dan Jawa Barat turut dalam kegiatan ini.

“Terdiri dari Kadissos Lampung dan Jawabar kabupaten/kota, 42 supervisor dari kabupaten/kota, korteks kabupaten/kota, 42 Koordinator TKSK kabupaten/kota, pimpinan cabang Himbara 42 kabupaten dan kota,” katanya.(**)

Related posts

Leave a Comment